Siapkan pengatur kosong untuk merencanakan atau menjelaskan cerita. Pilih peta enam bagian atau urutan peristiwa, ubah judul peta bila perlu, dan aktifkan garis menulis sesuai kegiatan.
Pratinjau langsung210 × 297 mm
A4
Pratinjau disesuaikan untuk muat. PDF tetap memiliki dimensi yang tepat.
PDF dan Cetak mencakup semua halaman. PNG dan SVG menyimpan halaman yang ditampilkan.
Untuk pencetakan ukuran sebenarnya: pilih 100% / Ukuran sebenarnya, sesuaikan ukuran kertas dan matikan header dan footer. Panduan Cetak ↗
Siap untuk printer Anda
Peta cerita membantu memisahkan tokoh, latar, masalah, dan perkembangan sebelum menulis teks panjang. Lembar juga dapat digunakan sesudah membaca untuk menata pemahaman. Generator menyediakan ruang kosong, bukan menciptakan cerita, merangkum bacaan, atau mengisi bagian otomatis. Peserta maupun pendamping menentukan isi lalu membicarakan hubungan antarbagiannya.
💡Beberapa jawaban berguna
Apakah judul yang dimasukkan akan menghasilkan cerita?
Tidak. Generator hanya menyiapkan kotak dan judul. Cerita, catatan, dan hubungan dibuat oleh pengguna. Tidak ada penulisan otomatis, pembacaan dokumen, atau peringkasan isi. Struktur kosong menjadi kerangka kegiatan; menghasilkan isi tetap merupakan proses berpikir serta menulis yang dilakukan setelahnya.
Apakah judul sendiri juga mengganti tata urutan?
Enam judul khusus hanya mengganti bagian pada peta enam kotak. Urutan peristiwa mempertahankan judul Indonesianya sendiri. Periksa tampilan yang dipilih sebelum mencetak. Nama yang Anda siapkan untuk peta tidak otomatis dipindahkan ke bentuk lain, sehingga penilaian judul harus berdasarkan pratinjau yang benar.
Bisakah digunakan untuk membahas cerita yang sudah dibaca?
Bisa. Catat bukti dari bacaan pada bagian sesuai atau susun ulang urutan kejadian. Bedakan fakta yang dinyatakan teks dengan tafsiran mengenai tema maupun niat tokoh. Alat menata jawaban tetapi tidak memeriksa kesetiaannya pada bacaan. Untuk menilai, kembali ke sumber dan tunjukkan bukti yang relevan.
Pilih pengelompokan bagian atau urutan waktu
✏️Peta enam bagian memuat tokoh, latar, masalah, peristiwa, akhir, dan tema atau pesan. Setiap kotak mempunyai fungsi berbeda. Menuliskan siapa yang bertindak tidak sama dengan menjelaskan tempat kejadian, dan menyebut masalah belum menjelaskan penyelesaiannya. Gunakan cerita yang sudah dikenal untuk memperlihatkan perbedaan ini sebelum meminta rencana baru. Bacalah pertanyaan setiap bagian secara terpisah, bukan menyalin satu kalimat yang sama ke semua ruang.
Tata urutan memulai dengan informasi tokoh serta latar, dilanjutkan tiga atau lima kotak peristiwa dan bagian akhir. Pilihan ini berguna jika hubungan sebelum dan sesudah menjadi perhatian utama. Kemudian templat komik dapat dipakai untuk memindahkan momen menjadi panel visual. Alat tidak mengubah catatan menjadi gambar otomatis atau menentukan berapa peristiwa penting yang seharusnya dimiliki cerita tertentu. Pilihan momen tetap dibuat berdasarkan isi.
Tulis catatan ringkas untuk setiap ruang
Anda dapat mengganti enam judul peta dengan menuliskan satu judul per baris. Setiap judul menerima paling banyak 24 karakter terlihat. Isi semua enam baris atau biarkan kosong untuk mempertahankan judul standar. Penggantian hanya berlaku pada peta enam bagian; tata urutan menggunakan judul Indonesia tetap. Pilih nama singkat yang membantu memahami apa yang ditulis. Penjelasan panjang lebih baik disampaikan sebagai instruksi terpisah.
Aktifkan garis bila peserta akan membuat catatan tangan, atau matikan jika ingin menggabungkan kata dan gambar kecil. Sebelum kegiatan kelas, simpan petunjuk serta pertanyaan pendamping dalam templat rencana pembelajaran. Dengan begitu lembar peserta tetap bersih sementara arahan guru tersedia di tempat lain. Tidak semua kotak memerlukan jawaban sama panjang; beberapa kata kunci dapat cukup untuk bagian tertentu dan dikembangkan secara lisan.
Gunakan peta untuk meninjau hubungan cerita
📝Kedua tata letak memakai satu halaman. Ketika memilih lima peristiwa, periksa orientasi dan ruang catatan pada pratinjau. Jangan mencoba menyalin seluruh narasi ke setiap kotak. Pilih tindakan, alasan, dan kata yang membantu menceritakan kembali. Jika satu gagasan berhubungan dengan beberapa bagian, bicarakan kaitannya daripada mengulang paragraf yang sama. Peta sebaiknya menjadi penunjuk fungsi, bukan salinan cerita yang diperkecil sampai sulit dibaca.
Sesudah mengisi, tanyakan bagaimana masalah memengaruhi keputusan tokoh dan bagaimana keputusan itu menuju akhir. Tema dapat berupa tafsiran yang membutuhkan bukti, bukan satu jawaban pasti dari generator. Saat waktunya menulis lengkap, kertas bergaris menyediakan ruang lebih luas. Simpan pengatur sebagai rujukan. Peta yang terisi belum berarti semua peralihan sudah ditulis atau dijelaskan dengan cukup bagi pembaca cerita akhirnya.
Templat peta cerita
Peta enam bagian dengan garis
Pilih A4 tegak, tata peta, dan garis menulis aktif. Biarkan judul khusus kosong untuk memakai tokoh, latar, masalah, peristiwa, akhir, dan tema. Hasilnya satu halaman kosong tanpa jawaban siap pakai. Gunakan catatan singkat untuk merencanakan narasi baru atau membahas cerita yang sudah dikenal.
Gunakan A4 mendatar, tata urutan, lima kotak peristiwa, dan garis nonaktif. Judul Indonesia tetap milik tata tersebut digunakan. Susun momen dengan gambar kecil serta kata-kata. Sebelum menulis seluruh cerita, jelaskan hubungan setiap kejadian dengan berikutnya untuk menemukan peralihan yang masih belum jelas.